Smasa Quarantine Competition; Cara Asyik ‘Nyantri’ di Tengah Pandemi.

Ramadhan selalu dinantikan umat muslim dalam perjalanan kehidupan. Dijanjikannya lipatan kebaikan atas apapun yang dilakukan. Berbagai acara yang menjadi pembiasaan disetiap tahunnya, di bulan Ramadhan, pasti telah disiapkan. Kenyataannya, dunia tengah menyeimbangkan ritme kehidupan dengan datangnya virus yang mendunia. Akibatnya, segala sesuatu berkebalikan adanya. Yang tak biasa menjadi biasa setelah hampir tiga bulan lamanya, menyesuaikan diri dengan peraturan yang ada.

Bekerja dari rumah. Belajar dari rumah. (Sampai) beribadah di rumah.

SMA Negeri 1 Rembang, sebagai pelakasana pendidikian, juga ikut memeriahkan bulan suci Ramadhan dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan ibadah yang sifatnya bersama. Mulai dari  mulai dari Pesantren Ramadhan, peringatan Nuzulul Qur’an, zakat bebarengan, sampai bertakbir bersama di malam idulfitri. Tetapi tahun ini akan membawa cerita berbeda, ketika peraturan pemerintah menerapkan pemutusan rantai virus yang mendunia dengan cara melaksanakan segala sesuatunya di rumah saja. Tentu saja keadaan ini  memberikan tantangan dunia pendidikan, khususnya SMA Negeri 1 Rembang agar bagaimana nilai ibadah dalam kegiatan Ramadhan tetap tersentuh bagi peserta didik yang kini tengah di rumah.

Tak mengurangi tujuan seperti kegiatan sebelumnya, dengan bertajuk Smansa Quarantine Competition (SQC) dengan tema “Iman Tingkatkan, Ilmu Amalkan”, maka kegiatan ini dijadikan alternatif bagaimana kegiatan-kegiatan di bulan Ramadhan yang biasanya dilakukan bersama, kini berbatas dengan memaksimalkan peralatan yang berkembang luas. Menawarkan bentuk yang berbeda, sebagai penyemangat peserta didik yang tetap harus kita bina, maka kompetisi yang disajikan sesuaikan dengan perkembangan yang ada. Pelaksana oleh Sekbid 1 (Pembinaan Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa )di OSIS SMA Negeri 1 Rembang, kegiatan-kegiatang yang awalnya bersifat bersama-sama, kini dikemas dengan bentuk yang berbeda. Dan tentunya kegiatan ini dibawah bimbingan Bidang Kesiswaan, khususnya, pendamping Sekbid yang bersangkutan.

     Berlatar belakang dengan melihat generasi muda sekarang sangat terampil mengoperasikan gawainya dan mengakses perkembangan dunia melalui fasilitas internet dengan mudahnya, dihadirkanlah perlombaan cover sholawat, tartil, dan podcast. Meskipun dikemas dalam wujud perlombaan, namun diharapkan peserta didik bisa ‘nyantri’ dengan mudah meskipun tetap dirumah.

Cover sholawat, dimaksudkan mampu menggugah rasa peserta didik dalam mengumandangkan syair-syair sholawat. Dengan pilihan lagu bebas, peserta lomba bisa mensyairkan sholawat kemudian mengunggah hasil karyanya dalam bersholawat berupa video.

Tartil Al-Qur’an, pada dasarnya mengaji adalah disiplin diri untuk membaca ayat-ayat suci. Baik dengan ayat yang dipilih sesuai keinginan peserta, lomba ini diharapkan bisa mengasah kemampuan peserta didik dalam melantunkan Ayat Suci Al-Qur’an. Tentunya sesuai kriteria penjurian.

       Podcast, seiring maraknya kegiatan yang dilakukan berbatas, podcast atau penyebaran berita melalui melalui audio non-streaming ini bisa menjadi sarana mudah dalam berdakwah. Mengangkat tema “Ramadan Bersama Covid 19”, menjadikan peserta lomba akan lebih bebas mengasah keterampilan berbicara dalam mensyiarkan dakwah. Ketiga jenis kegiatan tersebut bisa dijadikan cara siswa SMA Negeri 1 Rembang bisa tetap ‘nyantri’ di tengah pandemi.

Sebagai bentuk antusiasme untuk partisipasi , peserta didik bisa mengirimkan karya melalui media sosial yang dimilikinya. Karya bisa diunggah dan kemudian dinilai oleh dewan juri sesuai bidangnya. Peserta lomba yang sesuai kriteria akan mendapatkan apresiasi berupa uang pembinaan dari panitia.

Jadi, jika social distancing dan physical distancing membatasi untuk bersama-sama, hadirkan cara asyik untuk tetap ‘nyantri’ dengan cara yang berbeda.

Salam Literasi dan Salam SMANSA, Jaya.

Penulis: Endah Puspita Santi, S.Pd

Tinggalkan Balasan