SMANSA 55 VS COVID 19

SMANSA 55 adalah semua siswa yang masuk menjadi siswa di SMA Negeri 1 Rembang pada bulan Juli 2017. Pada tahun 2017 tersebut SMA Negeri 1 Rembang berusia 55 tahun karena didirikan pada tahun 1962. Untuk itu siswa yang masuk pada tahun 2017 disebut angkatan 55. Angkatan 55 ini insya Allah akan lulus di tahun 2020. Sebagai angkatan yang pertama kali tidak mengalami ujian nasional. Juga angkatan yang mengalami ujian sekolah diujikan secara daring di rumah masing-masing. Mengapa seperti itu? Karena adanya kejadian luar biasa. Adanya virus corona (covid 19).

Untuk mencegah menularnya covid 19 maka semua pertemuan yang menyebabkan berkumpulnya banyak orang tidak diperbolehkan. Semua kegiatan menjadi mundur. Semua kegiatan diharapkan dilaksanakan secara daring. Termasuk kegiatan sekolah. Siswa dimohon belajar di rumah dan pembelajaran dilaksanakan secara daring. Semua kegiatan di sekolah ada yang ditunda dan ada yang tidak jadi dilaksanakan.

Dalam rangka mempersiapkan sebagai rasa syukur atas kelulusannya, SMANSA 55 merencanakan kegiatan promnight. Yaitu kegiatan yang dilaksanakan pada waktu malam hari setelah pengumuman kelulusan disampaikan. Kegiatannya berupa doa bersama, makan bersama, bernyanyi bersama, dan mengenang semasa sekolah. Kegiatan ini biasanya dilaksanakan pada bulan Mei. Tapi apa daya, semua hanyalah rencana. Covid 19 melanda dan kegiatan ini tidak mungkin dilaksanakan. Panitia sudah dibentuk dan anggaranpun sudah direncanakan. Semua itu tidak membuat SMANSA 55 berkecil hati, harus tetap semangat. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan sebagai rasa syukur. Untuk itulah SMANSA 55 bergerak hatinya untuk mencari kegiatan yang lebih baik lagi. Kegiatan yang bisa bermanfaat untuk orang lain pada saat adanya wabah covid 19 ini. SMANSA 55 menyumbangkan anggaran promnight tersebut untuk kegiatan sosial. Anggaran tersebut dibelanjakan barang yang sangat berguna pada saat ini, yaitu masker kain. Masker yang merupakan alat yang harus dipakai semua orang di kala keluar rumah. Barang ini menjadi langka dan mahal. Masker tersebut dibagi pada masyarakat kecil yang tidak menganggap penting karena ketidaktahuannya. Masker tersebut dibagikan pada tukang becak, tukang ojek dan pekerja jalanan.

SMANSA 55 tidak gegabah dalam bertindak. Mereka menggandeng pihak kepolisian yang ada di Rembang dalam proses pembagian masker ini. Sebelum SMANSA 55 beraksi di jalanan diadakan penyerahan secara simbolis dari Kepala SMA Negeri 1 Rembang kepada Kapolres Rembang yang bertempat di Polres Rembang. Penyerahan secara simbolis ini diikuti oleh wakil kepala sekolah urusan kesiswaan dan beberapa perwakilan SMANSA 55. Mereka tetap menjaga jarak dalam kegiatan tersebut sesuai protokol yang telah dianjurkan pemerintah. Selanjutnya pihak polres menerima bantuan ini dan meminta perwakilan SMANSA 55 untuk bisa membagikan sesuai yang direncanakan. Bapak Kapolres meminta pada anggota kepolisian untuk mengawal kegiatan SMANSA 55 ini. Selama pembagian masker di jalanan, bapak-bapak polisi mengawasi dan mendampingi. Terima kasih bapak-bapak polisi yang telah menjaga generasi muda SMANSA 55. SMANSA 55 dengan berseragam biru yang merupakan identitas sekolah dengan senang hati beraksi di jalanan. Selama membagi masker tersebut tidak lupa SMANSA 55 juga sesuai anjuran pemerintah yaitu tetap menjaga jarak dan memakai masker.

Salut SMANSA 55. Semoga bisa menjadi motivasi yang lain terutama adik-adik kelas. Selamat menyongsong masa depanmu. Masa depan kalian masih panjang. Semoga tercapai apa yang kalian cita-citakan. Aamiin.

Leave a comment