SMAN 1 Rembang menyelenggarakan Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK)

Salah satu syarat peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan adalah mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan. Ujian adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sebagai pengakuan prestasi belajar dan/atau penyelesaian dari suatu satuan pendidikan. Selain ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan yang selanjutnya disebut ujian sekolah juga ada ujian nasional. Dalam ujian sekolah, semua adalah wewenang dari sekolah tersebut. Baik teknisnya, administrasinya, maupun penilaiannya, sekolah yang mengatur. Dengan demikian sekolah harus membuat prosedur operasi standar (POS).

Saat ini sedang berlangsung ujian sekolah. Di SMA Negeri 1 Rembang, ujian sekolah pada tahun pelajaran 2019/2020 ini dilaksanakan dengan menggunakan komputer atau dikenal dengan nama ujian sekolah berbasis komputer (USBK). Semua mata pelajaran diujikan dengan secara tertulis dan satu mata pelajaran diujikan dengan tertulis dan praktik, yaitu pendidikan agama dan budi pekerti.

Bentuk soal dalam USBK ini adalah pilihan ganda dan uraian. Waktu yang disediakan untuk semua matapelajaran sama yaittu 120 menit. Untuk mengukur kompetensi siswa yang lebih valid maka bentuk soal yang diujikan adalah pilihan ganda dan uraian. Jawaban pilihan ganda akan dinilai oleh sistem dan uraian dinilai oleh guru mata pelajaran. Cara menjawab soal dengan bentuk pilihan ganda siswa langsung menjawab pada sistem dengan mengklik jawaban yang dipilih. Untuk soal uraian, siswa membaca soal pada komputer dan menjawab pada kertas yang telah disediakan. Selanjutnya lembar jawab siswa akan dikoreksi oleh guru matapelajaran sesuai mata uji. Nilai akhir adalah penggabungan nilai pilihan ganda dan nilai uraian dengan pembobotan.

Hari pertama USBK ini adalah mata pelajaran Seni Budaya, dimulai pukul 07.15 sampai dengam 09.15. Hari pertama ini hanya satu mata pelajaran. Untuk selanjutnya siswa mengikuti ujian praktik pendidikan agama dan budi pekerti sesuai jadwal. Pelaksanaan ujian praktik ini dibagi dalam 16 kelompok dari 317 siswa. delapan kelompok dilaksanakan setelah ujian seni budaya dan 8 kelompok lagi dilaksanakan setelah ujian tulis pendidikan kewirausahaan pada hari kedua.

Pada pelaksanaan USBK pada hari pertama ini, siswa kelas X dan XI masuk seperti biasa. Siswa tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) bersama guru matapelajaran sesuai jadwal. Guru yang tidak mengajar akan menjadi pengawas pada USBK ini. Sehubungan dengan adanya KBM kelas X dan kelas XI maka pengawas USBK hanya satu guru. Pengawas tersebut juga bertugas sebagai proktor.

Pelaksanaan USBK di SMA Negeri 1 Rembang pada tahun ini ada 13 ruang dari 317 siswa, 254 siswa dari peminatan MIPA dan 63 siswa dari peminatan IPS. Siswa dari peminatan IPS berada di ruang 3 dan 4, selebihnya ditempati oleh siswa dengan peminatan MIPA. Pengaturan ruang berdasarkan komputer yang ada di ruangan. Untuk hari pertama tidak ada hambatan yang fatal. Kendala yang ada hanya komputer yang tidak nyala. Teknisi segera menyelesaikan masalah tersebut dengan mengganti komputer yang telah disiapkan.

Tata tertib peserta USBK berbunyi siswa tidak diperbolehkan keluar ruangan sebelum waktu ujian selesai. Dalam pelaksanaannya ternyata banyak siswa yang sudah selesai sebelum waktunya. Hal ini dikendalikan oleh pengawas dengan meminta siswa untuk mengecek kembali jawabannya. Selain itu pengawas meminta pada siswa untuk menggunakan waktu seefektif mungkin. Jangan tergesa-gesa untuk menyelesaikan ujian dengan menyisakan waktu yang banyak.

Tinggalkan Balasan