Pembelajaran Daring di SMA Negeri 1 Rembang

Rembang, 22 Maret 2020.
Sesuai surat edaran dari Mendikbud yang dilanjutkan dengan surat edaran dari Disdik Jawa Tengah maka mulai tanggal 16 Maret 2020 siswa diminta untuk belajar di rumah. Pembelajaran dilaksanakan dengan cara online atau daring. Bagi sekolah yang menyelenggarakan ujian sekolah bisa dilaksanakan dengan daring. Bagi sekolah yang menyelenggarakan ujian nasional ditunda pelaksanaannya dengan menunggu informasi lebih lanjut. Semua ini dilaksanakan dalam rangka untuk membatasi penularan virus corona 19.

Kebijakan tersebut juga mengimbas pada guru. Guru diminta bekerja di rumah. Guru dapat memandu pembelajaran daring dari rumah. Guru dapat membuat jurnal pembelajaran daring sebagai laporan. Jadi ini adalah tidak libur tetapi guru tetap melaksanakan tugas dari rumah dengan cara daring. Pembelajaran daring ini dilakukan karena setelah diidentifikasi bahwa semua siswa memiliki handphone android.

Pembelajaran daring menggunakan jadwal pembelajaran offline atau tatap  muka. Pembelajaran dimulai pukul 07.00 WIB sampai dengan 15.30 WIB dengan istirahat dua kali untuk hari Senin sampai Kamis. Istirahat pertama selama 15 menit mulai pukul 10.00 WIB. Istirahat kedua untuk sholat bagi yang menjalankannya dan makan selama 45 menit mulai pukul 11.45 WIB. Khusus hari Jumat pembelajaran tetap dimulai pukul 07.00 WIB hanya pada jam pertama siswa diminta untuk tadarus dan sholat dhuha bagi yang beragama Islam. Bagi yang non muslim diminta menyesuaikan. Dengan demikian siswa tetap belajar hanya tempatnya di rumah. Siswa dapat dengan santai. Tanpa bersepatu, berdasi, dan pakaian bebas. Mungkin belum mandi atau pukul 07.00 WIB baru bangun tidur. Mungkin juga siswa terlambat untuk ikut pembelajaran pada jam pertama. Mungkin juga pada pembelajaran jam terakhir siswa tertidur. Karena dilaksanakan secara daring maka guru tidak tahu keadaan nyata siswa. Sekolah sudah mengedarkan surat untuk permintaan kerjasama dengan orang tua. Orang tua diminta untuk mengawasi selama kegiatan pembelajaran daring. Namun orang tua tidak bisa mengawasi selama pembelajaran daring, karena kedua orang tua ada yang bekerja di luar rumah.

Bagaimana pembelajaran daring yang dilakukan guru? Guru melakukan pembelajaran daring dengan aplikasi WhatsApp, Jibas, quipper, Schoology maupupun aplikasi yang lain.

Berikut Contoh laporan pembelajaran daring yang dilakukan oleh guru matematika untuk kelas X MIPA yang menggunakan aplikasi WhatsApp dan Schoology. Kegiatan pendahuluan diawali dengan salam dan menanyakan kabar siswa melalui WhatsApp. Hampir semua siswa menjawab salam dan kabar tersebut. Kemudian guru mengecek kehadiran siswa dengan meminta siswa mengirim foto saat itu ke aplikasi schoology. Sambil menunggu siswa mengirim foto, guru menanyakan pertemuan sebelumnya yaitu menggambar grafik sinus. Guru menanyakan apakah pekerjaan siswa menggambar grafik sinus sudah dibetulkan sesuai pembahasan sebelumnya. Ada siswa yang menjawab sudah. Kemudian guru meminta mengamati keadaan sekitarnya dan meminta siswa mencari peristiwa atau gejala alam yang sama dengan grafik sinus. Banyak siswa yang menjawab. Ada yang menjawab ayunan, jalan turun naik, alat di rumah sakit yang dipakai di ICU, ombak air, bola jatuh. Kemudian guru memberi komentar atas jawaban siswa. Pembelajaran dilanjutkan dengan. guru mengupload foto grafik sinus yang lain.

Siswa diminta mengawasi 3 gambar tersebut dan guru meminta siswa untuk membuat 3 grafik yaitu y = 3 cos x, y = cos x + 2, dan y = cos (x +450). Selanjutnya guru menutup dengan salam dan siswa menjawabnya.

Setelah pembelajaran selesai guru mengecek absen siswa pada aplikasi schoology. Tenyata ada 5 siswa belum mengirim foto dari 32 siswa. Ini artinya 5 siswa tersebut tidak ikut pembelajaran daring.

Penulis

Siti Sriyatun, S.Pd. M.Pd.

Leave a comment